Kasus dugaan rekayasa pengelolaan jenazah oleh panti sosial di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur kembali mencuat setelah keluarga korban mengungkap ketidaksesuaian dokumen resmi. Menurut laporan yang beredar, keluarga merasa curiga lantaran data administrasi yang diberikan tidak sinkron dengan kondisi jenazah dan proses pemakamannya. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ada praktik tidak transparan atau bahkan manipulasi dalam penanganan jenazah oleh pihak terkait.
Salah seorang anggota keluarga menyatakan bahwa mereka menerima surat keterangan kematian dengan informasi yang berbeda dari catatan medis terakhir. Selain itu, waktu pemakaman yang terlalu cepat tanpa konfirmasi lebih lanjut juga menimbulkan pertanyaan besar. Mereka menduga adanya upaya sistematis untuk menutupi fakta sebenarnya, mungkin demi menghindari tanggung jawab atau tekanan birokrasi.
Pihak keluarga kini meminta investigasi independen dari instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan aparat penegak hukum, agar kejelasan dan keadilan bisa ditegakkan. Kasus ini bukan hanya soal administrasi semata, melainkan menyangkut martabat almarhum serta hak keluarga untuk mengetahui kebenaran utuh di balik proses pemakaman tersebut.
Sementara itu, pihak panti sosial belum memberikan pernyataan resmi yang memadai. Warga sekitar pun mulai waspada dan menuntut transparansi lebih besar dalam pengelolaan layanan sosial, terutama yang berkaitan dengan penanganan jenazah. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa akuntabilitas harus selalu dijunjung tinggi, bahkan dalam situasi yang paling sensitif sekalipun. Untuk informasi lebih lanjut seputar isu publik terkini, kunjungi Joker11 Login.